MULAILAH MENULIS



Artikel ini bertujun untuk memotivasi diri saya sendiri dan kalian yang juga mengalami hal yang sama seperti saya sebagai seorang penulis amatir.

MULAILAH MENULIS
.


Menulis adalah sebuah media dimana kita bisa menuang dan mencurahkan segala ide yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya dan juga dapat mengukir sejarahmu melalui berbagai hal yang kamu tulis diatas sebuah kertas ataupun di dalam laptop atau komputer karena ketika kamu sudah menginjak usia lanjut yang menyebabkan daya ingat menurun. Kamu bisa nostalgia dengan berbagai tulisanmu. Bagi seorang penulis amatiran yang tidak pernah mempunyai pengalaman menulis sebelumnya, tetapi mempunyai segudang mimpi untuk bisa mrealisasikan tulisannya ke dalam sebuah tulisan indah nan enak dibaca itu sangat sulit. Kenapa hal ini bisa terjadi? Apa penyebabnya? Dan apa solusi yang pas untuk orang-orang yang mempunyai background yang saya sebutkan diatas. Berikut ini beberapa tips yang bisa kalian lakukan atau kalian renungkan manfaatnya ketika kalian mulai menulis:
 

1.Tetap menulis meskipun ngeblank.  
 Ini merupakan kasus yang sering kali dialami oleh banyak penulis amatiran tak terkecuali saya sendiri. Kasus ini muncul pada waktu kita di hadapan laptop atau secarik kertas dan ketika mengawali menulis rasanya berat seperti ada yang menghambat, meskipun di dalam kepala ide- ide berterbangan dan ingin keluar dalam tulisan kita. Sebaiknya, kita tetap menulis meskipun pada akhirnya gak jelas alurnya kemana. Kenapa? Yups, kita train diri kita sendiri untuk mampu menulis terlebih dahulu. Menulis itu bukan perkara yang mudah lho, bukan berarti sulit dilakukan bukan. Kalian teruslah menulis dan jangan berhenti sampai pada akhirnya merasa cukup atas tulisan kamu sendiri.
2. Fokus dengan niat awal
Kamu harus fokus dengan niat awalmu menulis, bahwa menulis dapat mensejarahkan sejarah hidupmu yang awalnya kisah-kisah unik, lucu maupun menegangkan hanya kamu tulis melalui diary atau hanya disimpan di dalam pikiranmu saja. Sekarang kamu harus mencoba dan berusaha untuk merealisasikannya. Tulisan yang baik bukan karena berapa banyak orang yang meyukainya, tetapi bagaimana tetap konsisten memperbaiki tulisan kita, menerima kritikan dan masukan.
3. Mendengarkan musik
Ada beberapa penulis yang mempunyai keunikan khusus dalam menulis salah satunya dengan mendengarkan musik. Yups, memang musik adalah salah satu jalan dimana setiap liriknya dapat mengespresikan isi hati dan pikiran kita. Contohnya: kamu ingin menulis sebuah kisah inspiratif yang sudah terpikirkan sebelumnya, tetapi keadaan sekitar kurang tepat untuk menuliskan hal tersebut. Kamu dapat mencari lagu yang cocok untuk mengusir kecemasan-kecemasan tersebut. Kenapa? Karena hal itu akan memudahkan kamu dalam menulis, meskipun tidak selalu efektif hehe, tapi lumayan cukup berguna bagi orang- orang pemula. Eits… tunggu dulu, hal ini jangan keseringan kamu lakukan karena akan menyebabkan ketergantungan dan gak bisa buat kamu mandiri untuk menjadi penulis professional kedepannya. Kenapa? Alasannya saya ambil contoh yang ringan dan mudah untuk dicerna yaitu ketika kalian bekerja menjadi seorang penulis di sebuah perusahaan tidak mungkin mereka mengijinkan kita memutar musik karena hal tersebut akan menganggu teman- teman kantormu yang sedang fokus dengan pekerjaannya.  
4. Keep writing.
Apapun yang terjadi tetaplah menulis dan menulis. Jangan terlalu banyak menunda karena kamu akan menyesal dengan penundaan yang kamu buat sendiri. Ide- ide cemerlangmu akan sia- sia jika tidak kamu realisasikan dalam sebuah tulisan. My  writing is……. Titik- titik tersebut bisa diisi sesuai dengan harapan dari sebuah tulisan indah yang kamu buat.

Beberapa tips mulailah menulis diatas dapat menjadi semnagat dan dorongan kalian dalam mengembangkan potensi menulis. Jangan menulis karena berpacu seberapa banyak orang menyukai tulisan kalian, tetapi menulislah untuk dirimu sendiri dimana kamu akan nyaman dan puas dengan karyamu, meskipun masih banyak kesalahan, itu merupakan hal yang wajar. Contohnya: seorang bayi, bayi dilahirkan belum bisa berjalan, tetapi dia tetap belajar untuk melakukannya, meskipun harus berulang kali jatuh dan tersungkur. Seperti halnya menjadi seorang penulis yang professional, kita harus melalui masa dimana kita mengalami jatuh bangun untuk menjadi penulis yang handal yang semua orang akan terpanah akan tulisan kita.


0 komentar:

Posting Komentar