2 komentar

SECRET ADMIRE



SECRET ADMIRE
Cinta adalah kata semu yang tak dapat kita sentuh ataupun kita lihat dengan kasat mata. Senyum, bahagia, rindu  adalah bentuk cinta yang tak tersirat. Aku mampu berucap seperti ini karena aku menjadi bayangan semunya yang tak pernah diketahui oleh siapapun termasuk perempuan yang hanya aku kagumi dalam pandangan dan batinku saja.
Cinta ini membunuhhku seperti terjebak di dasar laut yang tidak ada oksigen. Serasa mati dan terbujur kaku. Seperti pagi ini aku lihat perempuanku melintas di depanku serasa sesak di dada namun bahagia meskipun bukan aku yang berada disampingnya.
 “ woy Gusti ngapain lo bengng disitu?” tanya Rama.
“ Enggg engg enggak apa-apa kok” jawabku terbata- bata.
“ buruan masuk kelas, pak Dwi kurang 5 menit dateng” teriak Rama yang mencuri perhatian anak- anak di depan gerbang sekolah.
“ iyaaaaa rammm” sahutku lagi.
Selama pelajaran pak Dwi berlangsung, aku hanya terdiam membisu tidak banyak menanyakan suatu hal seperti biasa karena serasa raga dan jiwaku masih mengikuti jejak Raisa, perempuan yang telah membuatku terpesona.
“Gusti, tolong maju ke depan dan kerjakan no 10. Halaman 201” pinta pak Dwi.
Gusti hanya terdiam membisu dan tidak menyadari bahwa pak Dwi menyuruhnya untuk maju ke depan mengerjakan soal. Di bawah alam sadarnya dia masih memikirkan Raisa gadis cantik yang membuat dia terpanah, tetapi Gusti tak berani umendekatiny. Setiap Gusti melihat Raisa merasa nervous dan mustahil untuk tetap menaruh harapan kepada Raisa.
“ Gustiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii, buruan maju ke depan dan kerjakan soal n0. 10” teriak pak Dwi dengan nada kesal.
“ saya pak? Lho…..” diam sesaat lalu maju kedepan.
Bel sekolah berbunyi pertanda pelajaran telah usai. Rama dan Gusti berjalan beriringan menuju tempat parkir sepeda.
‘ lo langsung pulang Gus?” tanya Rama dengan muka kucelnya.
“ iya Ram, gue langsung pulang soalnya cacing di perut udah pada harlemshake haha…dan hari ini lagi pengen masakan mama gue tercinta” jawab Gusti sembari ketawa dan menaiki sepedanya.
“ gue juga langsung pulang Gus, lagi gak pengen kemana- mana, sama, gue juga laper dan pengen nikmatin mangut lele buatan mama haha…” sahut Rama sembari tertawa kecil.
Mereka segera bergegas pulang kerumah masing- masing karena jam sudah menunjukkan pukul 14.00 dan terik matahari begitu menyengat di kulit. Mereka berdua segera pergi meninggalkan parkiran sekolah, lalu pulang dengan mengayuh sepeda kencang- kencaang.
______________________________
Pagi ini sang mega sudah menampakkan dirinya begitu indah. Mama pun  juga mulai sibuk dengan aktivitasnya.
“Gusti bangun, kamu tidak pergi kesekolah?” tanya mama dengan lirih.
“iya ma, Gusti pergi kesekolah kok” jawab Gusti dengan nada setengah sadar.
Gusti bergegas bersiap ke sekolah dengan tergesa- gesa karena jam sudah menunjukkan pukul 06.45 dan sesampainya di sekolah.
“Gus, lo baru nyampek? Gue udah cariin daritdi” tanya Rama dan Dion.
“iya nih haha.. sorry bro” jawab Gusti nyengir.
“ Gue tadi malam WA (Whatsapp) Raisa dan gue bilang sabtu depan mau ngajakin dia jalan” celetuk Dion.
“ gila lo yon, gue tau lo ada maksud terselubung ngajakin Raisa keluar” sahut Rama
Gusti hanya terdiam dan sesekali tersenyum tipis untuk menutupi hatinya yang terasa tertusuk duri yang amat perih. Dia tidak tau harus menjawab dan berkata apa lagi untuk menutupi perasaan yang sedang dia alami. Sakit, kecewa dan sedih jadi satu dalam hatinya.
“Gue ke kelas dulu ya?” sahut Gusti lirih
“ Ok bro” jawab Rama dan Dion
Selama pelajaran di kelas hari ini, Gusti hanya terdiam tidak seperti biasanya yang ceria dan aktif. Rama melihat Gusti dari seberang meja dan dalam hati Rama menyelipkan sebuah pertanyaan “apa yang membuat Gusti murung dan tidak bersemnagat?”.
Teeet teeeet teeeeeeet ( bel pulang sekolah berbunyi) dengan langkah gontai Gusti pergi meninggalkan kelas.
“ Gustiiiiii, lo mau pulang langsung? Jangan pulang dulu, ikut gue ke taman deket kompleks” ajak Rama sembari memasang muka melas dan memaksa.
“ iya deh iya gue turutin mau lo” jawab Gusti sedikit terpaksa.
Mereka berdua mengayuh sepeda sekencang- kencangnya dan sampailah di taman kompleks yang dekat dengan rumah Gusti dan Rama.
“ Gus gue boleh tanya sesuatu gak ? tapi jangan marah” Tanya Rama.
“ iya, lo mau tanya apa” sembari tersenyum.
“ lo kenapa tadi ninggalin gue sama Dion setelah dia cerita kalau ngajakin Raisa jalan sabtu depan? Lo jujur sama gue dan tolong jangan bohong tentang jawaban dari pertanyaan gue ini” tanya Rama dengan ekspresi penasaran
“ sebenarnya gue males buat jujur masalah ini, tapi mau gimana lagi karena lo yang maksa gue akan jujur bahwa gue sayang sama dia udah lama dan gue memimpikan kelak gue bisa jadi pacarnya. Ahhhh sudahlah gue kubur dalam- dalam angan- angan omong kosong tentang itu. Gue buang jauh- jauh dan berusaha melupakan semua perasaan ini meskipun berat” sahut Gusti kesal dan penuh emosi.
“ Tapi lo kan gak tau perasaan Raisa sebenarnya, ya memang dia deket dengan banyak cowok- cowok keren di sekolah, tapi gue belum pernah denger dia jadian sama salah satu dari mereka” jawab Rama menenangkan perasaan Gusti
“ sudahlah lupakan, jangan bahas lagi, gue males” sangkal Gusti
“ besok gue akan temuin lo sama Raisa dan disitu akan jelas semuanya”  celetuk Rama.
_________________________________
            Hari ini Rama berangkat lebih awal dari biasanya untuk menemui Raisa dan menjelaskan maksud pertemua mereka. Setelah Rama menjelaskan semuanya, Raisa diajak Rama menemui Gusti. Kebetulan hari itu Gusti juga berangkat lebih awal dari biasanya.
“Gusti tumben lo udah berangkat jam segini ? ini gue udah bawa Raisa, lo bilang aja semuanya ke dia biar hati lo lega” tanya Rama sembari mengejek
“ Lagi pengen aja berangkat lebih awal. Rai i i saa ngapan kamu disini’ sahut Gusti gugup dan kesal dengan tingkah Rama
“ Katanya lo mau ngomong sesuatu ke gue? Mau ngomong apa” jawab Raisa penasaran
“ Ok disini gue bakal bilang ke lo yang sejujurnya dan gue gak bisa umpetin lagi kalau gue sayang lo” bergemetar tangan Gusti
Sorry Gusti,  gue gak bisa balas perasaan lo karena gue lagi pengen sendiri , gue gak pengen pacaran dan terimakasih lo udah sayang gue” jawab Raisa lirih dan mata berbinar
“ Gue tau sa konsekuensi dari perasaan ini bahwa gue harus siap sakit hati, tapi gue bahagia bisa ungkapin perasaan ini ke lo karena gue capek harus menyembunikan perasaan ini bertahun- tahun  dan bertopeng kemunafikan. Gue lega ngomong ini ke lo meskipun hati gue hancur” sahut Gusti sambil tersenyum kecil
“Maaf Gusti” jawab Raisa lirih
Kemudia Raisa lari sembari terisak- isak tanpa berkata sedikitpun.
“ Raisaaaaaaaaaaaa perlu lo tau, sekarang gue menyadari bahwa gue sayang dan cinta lo tetapi tak mengapa jika perasaan lo gak gue miliki karena liat lo tiap hari udah lebih dari cukup sebagai pengagummu yang semu” teriak Gusti.
Setelah pertemuan ini berlangsung Gusti bolos untuk masuk kelas, kemudian bergegas pulang dan mengatakan pada mamanya dia ingin pindah sekolah di desa pinggiran kota Garut tempat dimana neneknya tinggal. Rama tidak bisa menahan Gusti karena ini keputusan bulatnya.
“ Ram gue titip tulisan di origami ini ya untuk Raisa? terimakasih”Gusti berkaca- kaca sembari bergegas meninggalkan Rama.
Aku akan tetap menjadi bayangan semumu dan aku bahagia menjadi bayangan itu meskipun aku tak bisa menggapaimu. GUSTI
“ Iya sama- sama” berbalik arah meninggalkan Gusti, dalam hati Rama mengatakan selamat tinggal Gusti sahabat terbaikku.
##### End #####
read more