Bayangan Semu


Setiap malam berganti aku selalu berharap adanya secercah perubahan dalam aksara cinta yang aku rasakan saat ini. Rindu yang amat dalam akan sesosok laki-laki yang menjadi penyemangat hidupku yang kosong meskipun dia tak mengetahui. Cinta telah membawaku ke dasar kepura- puraan yang harus aku tutupi setiap aku memandang matanya yang berbinar, seolah rasanya tak ingin aku lepaskan pandangan itu.
Hari demi hari aku hanya terdiam mebisu di hadapan dia seolah aku sedang merasakan mati suri. Apakah ini yang dinamakn cinta? Apakah ini yang dinamakan rindu? Ahhhh sudahlah aku tidak tau apa namanya. Aku ingin memendamnya sampai Tuhan benar- benar mengatakan bahwa dia adalah kekasih halalku.
Kamu tau wahai laki- laki yang sedang aku kagumi di dalam hati, bahwasannya aku selalu berharap kelak kita akan mengatak rasa cinta satu sama lain di hari yang suci. Maaf aku telah benar- benar  jatuh cinta denganmu saat ini. Bukan karena parasmu atau dari materimu. Aku juga tidak tau perasaan ini muncul dengan sendirinya tanpa aku sengaja atau aku rencanakan sebelumnya. Ingin sekali rasanya aku ingkari semua ini atau ingin rasanya aku berhenti mengagumimu, tetapi aku tak mampu dan tak kuasa untuk melakukannya. Apa dayaku , aku ingin mempertahankan perasaan ini untukmu.
Malam itu ketika tak sengaja aku mengirimimu sebuah tulisan yang tak tau kenapa rasanya tulisan itu ingin aku persembahkan untukmu, tiba- tiba air mata bercucuran membasahi pipiku hingga akhirnya aku sadari bahwasannya tulisan itu adalah ungkapan tersirat dari hatiku. Sayangnya, kau hanya membalasnya dengan “ tulisanmu bagus ya, tingkatkan dan aku akan mendukungmu”. Kecewa dan sedih itulah gambaran perasaanku saat membaca pesan darimu. Aku tak butuh komentarmu atau apapun itu, tetapi ya sudahlah mungkin benar aku harus berhenti mulai detik ini untuk mengagunimu dan mencoba melupakan angan- angan kosongku yang pernah aku ukir bersamamu nanti.
Jika suatu hari kau bersama yang lain, aku tak mengapa. Aku aka bahagia, seperti bahagia yang selalu tergambar di paras wajahmu karena aku tau kebahagiaan terbesar bukan kita wujudkan harapan dengan paksa, tetapi kebahagiaan terbesar adalah melihat apa yang pernah kita harapkan menjadi kebahagiaan orang lain. Laki- lakiku terimakasih untuk tetap menjadi laki- laki yang aku kagumi meski hanya dalam bayang semuku.
Mengagumimu dan memelukmu dalam bayangan semu adalah cara menyakitkan yang aku lakukan. Berpura- pura di dalam kemunafikan terkadang membuatku lelah. Aku merasa lelah ntuk berjuang dengan perasaan yang hanya aku dan Tuhan yang tau, tapi aku ikhlas melakukan ini sampai kau benar- benar menyadari bahwa aku disini ada untukmu.
Laki- lakiku perlu kau tau, aku selalu ada untukmu meski kau tak tau aku berada dimana karena aku tidak mau menunjukannya. Diam adalah caraku saat ini karena aku ingin mengetahui apakah kau tau kehadiranku disini atau tidak dan aku akan melakukan hal ini entah sampai kapan akupun tak tau pastinya karena yang aku tau hanyalah bagaimana menjadi perempuan yang selalu memperbaiki diri untuk pantas mendampingimu meski hanya bayang semumu.

13 komentar:

Unknown mengatakan...

Good job..

nurdinbramono.wordpress.com mengatakan...

joss...terus menulis

Cerita Fatma mengatakan...

Good Writing :-)

Unknown mengatakan...

Di bait ke-5 kalimat terakhir ada yg salah ketik kayaknya.
Mudah di pahami, seep

Unknown mengatakan...

Punya hobi baru ya Bee. Bagus ko (: Lebih banyak lagi belajar menulis ya. Biar bisa hasilkan lebih banyak tulisan-tulisan yang menginspirasi dan bermanfaat.

Bakhrul mengatakan...

kereeeeennnnnn

KOPI, [K]etika, [O]tak, [P]erlu, [I]nspirasi mengatakan...

siappp pak

KOPI, [K]etika, [O]tak, [P]erlu, [I]nspirasi mengatakan...

thank you mbk fatma :) udah disempatkan mampir di blogku

KOPI, [K]etika, [O]tak, [P]erlu, [I]nspirasi mengatakan...

terimakasih sudah berkenan mampir ke blogku dan berkenan memberikan komentarnya, ok nanti saya perbaiki :)

KOPI, [K]etika, [O]tak, [P]erlu, [I]nspirasi mengatakan...

Aamiin makasih buat saran membangunnya bang anda :) , jangan lupa lihat postinganku selanjutnya ya ? heheheh

KOPI, [K]etika, [O]tak, [P]erlu, [I]nspirasi mengatakan...

jangan lupa lihat postinganku selanjutnya ya ? stay tune

KOPI, [K]etika, [O]tak, [P]erlu, [I]nspirasi mengatakan...

jangan lupa mampir di poatinganku selanjutnya ya :D

Noviyana Shiali mengatakan...

As I told you in a masseger, I adore your writings. It's awesome:))

Posting Komentar